Polisi Periksa 6 Saksi Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel karena Bullying

Kasus bullying di SMPN 19 Tangerang Selatan menjadi sorotan publik setelah meninggalnya seorang siswa yang diduga menjadi korban. Situasi ini membawa dampak mendalam bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat sekitar yang mulai menyadari seriusnya masalah perundungan di lingkungan pendidikan.

Pihak kepolisian dari Polres Tangerang Selatan telah mengambil langkah awal dengan melakukan penyelidikan menyeluruh. Enam orang saksi telah diperiksa termasuk guru dan staf sekolah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengungkapkan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara profesional. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari keluarga korban agar proses ini bisa berlangsung lancar.

Penyelidikan Kasus Bullying yang Serius dan Berkelanjutan

Polres Tangerang Selatan berkomitmen untuk mendalami setiap aspek dari kasus ini. Selain mengumpulkan keterangan dari saksi, mereka juga berupaya memahami lebih dalam tentang dampak emosional yang dialami korban akibat perundungan.

Kapolres Victor menyatakan bahwa ada kemungkinan tindak pidana dalam kasus ini. Seluruh bukti akan diperiksa, dan pihaknya tidak akan ragu untuk menindak tegas jika terbukti bersalah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus ini bermula pada tanggal 20 Oktober 2025 saat korban, MH, mendapatkan perlakuan kasar dari teman-temannya. Kejadian tersebut berlangsung di ruang kelas menjelang jam istirahat, dan korban dipukul dengan bangku besi di bagian kepala.

Dampak dari Tindakan Perundungan pada Korban

Setelah insiden tersebut, MH mulai mengeluh tentang rasa sakit yang dirasakannya. Hal ini menjadi tanda yang tidak bisa diabaikan oleh keluarga, yang kemudian membawa MH ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.

Selama proses perawatan, keluarga mengetahui bahwa MH bukan hanya sekali ini mengalami perlakuan kasar. Kakaknya, Rizki, mengungkapkan bahwa korban sudah lama jadi sasaran bullying dari teman-teman di sekolah.

MH dirawat di beberapa rumah sakit sebelum akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati di Jakarta Selatan. Keadaannya semakin memburuk dan pada Minggu pagi, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan medis.

Pentingnya Kesadaran akan Masalah Bullying di Sekolah

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan masalah bullying di lingkungan sekolah. Banyak siswa yang menderita dalam diam, tidak berani melaporkan kejadian yang mereka alami.

Perundungan bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental seseorang. Sekolah seharusnya memberikan ruang yang aman bagi setiap siswa tanpa adanya kekerasan atau intimidasi.

Sebagai respons terhadap kasus ini, banyak pihak mulai menyerukan perlunya program pendidikan tentang anti-bullying di sekolah. Program semacam ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan aman bagi setiap siswa.

Related posts